Wednesday, October 16, 2019
Tuesday, June 25, 2013
Menghadirkan Karakter Ilmiah dalam Diri
Menghadirkan Karakter Ilmiah dalam Diri
Pembicara :
Irfanul Arifin
Oleh : Sifa Alfiyah
Menghadirkan karakter ilmiah dalam diri
memang sudah seharusnya dan sepantasnya terutama dalam diri mahasiswa sampai
lagi pada mahasiswa FMIPA. Sebagai mahasiswa Fakultas MIPA, memiliki karakter
ilmiah adalah hal yang sangat penting, karena dalam proses perkuliahan kita
akan sering sekali melihat karya-karya ilmiah, apakah itu paper dan lain hal
sebagainya bahkan mahasiswa itu sendiripun dituntut pula untuk membuat suatu
karya ilmiah. Karakter ilmiah harus menjadi bagian dari diri mahasiswa karena
ini pun sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi yakni penelitian. (Tri Dharma
Perguruan Tinggi : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada
Masyarakat).
Mengapa
harus ilmiah??? Karena ilmiah mengajarkan atau mengindikasikan kepada karakter
dan sifat keilmiahan dalam suatu lingkungan atau sikap dirinya. Adapun ciri
sesorang yang memiliki karakter keilmiahan adalah mereka yang senang MEMBACA
& MENULIS.
Sebenarnya menulis karya ilmiah bukanlah hal
yang sulit, walaupun memang diperlukan penelitian untuk menulisnya, berikut ini
ada beberapa langkah yang penting yang harus dilakukan ketika kita ingin
menulis suatu karya ilmiah, yaitu :
1. Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis
2. Memiliki kemampuan untuk
memotivasi diri
3. Harus memiliki kemauan.
Jika kita telah memiliki kemauan dan motivasi, maka pengetahuan dan kemampuan
akan lebih mudah dikembangkan
4. Aspek isi dan bentuk
adalah dua hal yang mendukung eksistansi sebuah karya tulis, keduanya saling
terkait untuk melengkapi hal itu.
Berikut ini ada beberapa kendala dalam menulis
karya ilmiah, diantaranya :
1. Kendala Psikologis
·
Merasa tidak bisa padahal belum berusaha
·
Malu, takut, atau percaya bahwa tulisannya kurang baik
·
Malu, takut, atau percaya bahwa kemampuan bahasanya kurang
baik
·
Malu, takut, atau percaya bahwa pengetahuannya tidak baik
·
Kurang termotivasi
2. Kendala Kemampuan
Pengetahuan dan kosakata yang
belum banyak, dapat menjadi kendala dalam menulis karya ilmiah, oleh sebab itu
kita haru banyak – banyak membaca buku, baik itu literatur yang terkait maupun
buku jenis lainnya.
Adapun inti pembahasan
ini adalah bahwa MENULIS ITU MUDAH BAGI YANG INGIN MENULIS & MOTIVASI
MENJADI PENULIS ADALAH KEMAUAN
Organisasi + Keilmuan = seimbang =
kesinambungan berprestasi dalam menyampaikan = KEPERCAYAAN DIRI.
PERGERAKAN MAHASISWA I
Pergerakan Mahasiswa I
Pembicara :Fajar Tri Nugroho
Sebagaimana yang kita tahu, mahasiswa memiliki 3
peranan penting, yakni :
1.
Agent of Change
2.
Iron Stock
3.
Social Control
Karena peranan tersebut mahasiswa harus mampu
membantu rakyat dalam mendapatkan hak nya, selain itu kita juga berfungsi
sebagai jembatan antara birokrat dengan rakyat.
Kita dapat meyuarakan aspirasi kita melalui aksi,
seperti yang kita tahu, yang mengawali era reformasi adalah mahasiswa, jaman
sekarang aksi sudah dilakukan lebih bebas, karena sudah ada kebebasan pers
tidak seperti ditahun 1998.
Perangkat yang perlu ada di dalam sebuah aksi, yaitu
:
1.
Seksi Acara
Job desk seksi acara
diantaranya :
·
Memberi semangat
·
Menyusun acara agar peserta aksi tetap semangat
·
Sebagai moderator
2.
Seksi Humas
Job desk humas yakni :
·
Publikasi ke media
·
Dokumentasi
·
Orang yang diwawancarai oleh wartawan
·
Membuat surat perijinan ke Kapolda
3.
Seksi Medis
4.
Seksi Konsumsi
5.
Seksi Perkap
6.
Koordinator Lapangan
7.
Koordinator Akhwat
8.
Komandan Banker
Merupakan perpanjangan tangan dari
sie. Acara dan dia adalah orang yang berhadapan langsung dengan polisi.
9.
Komandan Border
Tugasnya memerintahkan peserta ikhwan
untuk membuat border yang akan melindungi peserta akhwat, dimana biorder
tersebut tidak boleh tembus.
10.
Tim Kreatif
11.
Jendral Lapangan
Orang yang memerintahkan jalannya
aksi, dan merupakan orang yang paling dicari polisi.
Monday, June 17, 2013
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING MENGGUNAKAN WOLFRAM CDF PLAYER PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA
IMPLEMENTASI
MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING MENGGUNAKAN WOLFRAM CDF PLAYER PADA
PEMBELAJARAN FISIKA SMA
Oleh
:
Sifa
Alfiyah, Anggita Nuarsya Arzen
Jurusan
Pendidikan Fisika – FMIPA – Universitas Negeri Jakarta
Abstrak
Model pembelajaran quantum learning
merupakan model pembelajaran yang membiasakan belajar menyenangkan dan Wolfram
CDF Player aplikasi interaktif yang menjadi sarana membantu siswa dalam
pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran quantum learning
menggunakan Wolfram CDF Player ini diharapkan dapat meningkatkan minat
belajar siswa khususnya pada pelajaran Fisika, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
hasil belajar Fisika secara menyeluruh dan tingkat pemahamannya. Oleh karena
itu, penelitian ini difokuskan pada “Implementasi Model Pembelajaran
Quantum Learning Menggunakan Wolfram CDF Player pada Pembelajaran Fisika SMA”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peningkatan minat belajar
siswa terhadap pelajaran Fisika setelah diterapkannya model quantum learning
dengan menggunakan Wolfram CDF Player. Pelaksanaan penerapan model
pembelajaran quantum learning ini yakni dengan memasukkan unsur-unsur
model quantum learning kedalam aplikasi interaktif Wolfram CDF Player
dimana terciptanya kesesuaian antara
pembelajaran dengan karakteristik kemampuan siswa, sehingga mengoptimalkan
prestasi akademik atau hasil belajar Fisika, serta secara tidak langsung
mengubah paradigma siswa terhadap pelajaran Fisika bahwa pembelajaran Fisika merupakan
suatu hal yang menyenangkan dan diminati banyak siswa.
Kata Kunci:
Quantum Learning, Wolfram CDF Player, Pelajaran Fisika
Monday, June 10, 2013
Motivasi Berkontribusi Kepada Masyarakat
MOTIVASI BERKONTRIBUSI ..... Kepada MASYARAKAT...
Pengabdian kepada masyarakat.. Mengartikan kepada diri kita bahwa kita terlahir dalam masyrakat, akan bermasyarakat dan memasyarakatkan.
Pengabdian kepada masyarakat.. Mengartikan kepada diri kita bahwa kita terlahir dalam masyrakat, akan bermasyarakat dan memasyarakatkan.
Sangat begitu mulia dan istimewanya pemuda yang melakukan abdi terhadap masyarakat. Why? pengabdian kepada masyarakat tidak hanya tercantum dalam tri dharma perguruan tinggi tetapi juga pada kegiatan ekstrakulikuler PMR, Pramuka dan lain-lain, artinya kita memang di tuntut bahkan secara nurani tergerak untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud abdi kita terhadap masyarakat, wujud aplikatif ilmu yang dipelajari SANGAT bermaanfaat untu menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, dan yang terpenting adalah sebagai bentuk sosialisasi adaptif pemuda yang akan terjun, bergaul, menjadi masyarakat.
Sebenarnya apa sih yang membuat kita dapat termotivasi untuk berkontribusi kepada masyarakat?
Hal yang memotivasi kita itu adalah dengan sadar, melek, melihat kondisi lingkungan dengan segala permasalahan kompleks yang ada dalam masyarakat. Dengan begitu tergerak hati kita untuk membantu, menolong masyarakat keluar dari lingkar permasalahan masyarakat.
Sebagai wujud aktualisasi diri kita kepada masyarakat, dengan berprinsip bahwa apa yang saya pelajari, apa yang saya tekuni dapat bermanfaat untuk masyarakat.
MOTIVASI GO INTERNASIONAL
GO GO INTERNASIONAL... :)
Go internasional!!!
Yup, kutipan yang sangat bagus dan penuh makna SEMANGAT..
Berbicara kutipan ini, ada dua tipe yang terngiang dalam pemikiran masing-masing orang,, yang pertama ada yang pesimistik dan yang kedua optimistik.
Bagi mereka yang pesimistik, mungkin dalam benak pikiran mereka befikir,"BIsa tidak yah??" "Apakah mampu dan kuat untuk Go internasional??" dengan segala keraguan dan ketidak percaya dirinya, dengan penuh pandangan dan berkaca-kaca pada dirinya sendiri dengan adanya kemampuan yang dimilikinya. Berbeda halnya dengan mereka yang optimistik.. "Go internasional?? Pasti BISA, Yakin Bisa, insyaAllah amiiin.. (:D)" dengan penuh semangat dan keyakinan bahkan terus-menerus meyakinkan diri dan memantaskan dirinya bahwa ia layak dan mampu menjadi orang yang GO INTERNASIONAL..
Yah, untuk mereka yang pesimistik sangat perlu di stimulasi dengan diberikannya MOTIVASI bahkan yang optimistikpun juga sangat memerlukannya MOTIVASI,, yah motivasi Go Internasional...
Sebenarnya, bagaimana sih agar kita dapat termotivasi?? sampai lagi motivasi go internasional?? apakah bukan mimpi yang terlalu tinggi??
Wah, pembahasan yang sangat menarik.. Mari kita baca dengan baik motivasi mereka yang ingin dan sudah go internasioanal,,, tips dan trik, motivasi agar kita Go Internasional...
Lalu, apa yang kalian harapkan setelah single Lies dirilis? Apakah akan Go-International?
Kalo masalah go international, emang itu mimpi kita dari dulu dan semoga bisa terwujud. Apalagi dengan zaman yang modern kayak gini dan beberapa band dari Indonesia yang udah go international, bikin kita makin termotivasi dan membuka pikiran kita bahwa semuanya tuh sangat memungkinkan! Ya. kita akan selalu coba, coba, dan coba. We'll see!! Just don't stop dreaming. (Dari pernyataan kita bisa tahu bahwa dengan "orang lain saja bisa Go Internasional? Masa saya tidak bisa.. Saya pasti bisa!" dapat memunculkan motivasi diri")
Catatan Seorang Full Time Blogger #8: Bercita-cita Go International
oleh Herman Yudiono
Selain berjuang keras hidup layak dari ngeblog, saya juga memiliki impian menjadi blogger Indonesia yang dikenal di blogosfer internasional. Agar tidak disebut mimpi di siang bolong, saya menafsirkan mimpi ini sebagai cita-cita. Seperti yang digelorakan oleh Bung Karno, tidak ada salahnya menggantungkan cita-cita saya setinggi langit, bukan?
Mengapa saya bercita-cita go internasional? Ada dua alasannya.
1. Kegelisahan
Sepanjang yang saya tahu, sampai saat ini belum ada blogger Indonesia yang dikenal dunia dalam hal tips ngeblog. Brazil (yang notabene bahasa ibunya adalah bahasa Portugis) telah memunculkan nama Daniel Scocco (DailyBlogTips.com). Nigeria telah memunculkan nama Onibulase Bamidele (YoungPrePro.com). Mana dari Indonesia?
Memang banyak pelaku internet Indonesia yang dikenal di dunia. Mulai dari pembuat theme (misal Nurudin Jauhari), internet marketer (misal Ane Ahira), dan amazon affiliate (misal Habibie Afsyah). Namun, siapa blogger Indonesia yang dikenal dunia?
2. Potensi penghasilan
Dengan go internasional, saya optimistis meningkatkan penghasilan. Katakanlah saya menjual sebuah eBook seharga $29.99. Lalu saya mempromosikan eBook tersebut dengan menjadi penulis tamu di ProBlogger.net, DailyBlogTips.com, dan JohnChow.com. Ketiga blog ini memiliki pelanggan RSS ratusan ribu orang. Dengan konversi penjualan 1% saja, berapa uang yang saya dapat? Ratusan ribu dolar!
Ini hanya dari penjualan eBook saja. Potensi lain berasal dari afiliasi, CPM, dan sebagainya.
Bagaimana cara saya mewujudkan cita-cita ini?
1. Kursus Bahasa Inggris
Saya akan kursus bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya (dari segi perckapan maupun tulisan). Alasan klise yang menghambat go internasional adalah kemampuan bahasa Inggris yang lemah.
2. Membuat Blogodolar versi bahasa Inggris
Setelah saya fasih berbahasa Inggris, saya akan membuat Blogodolar dalam versi bahasa Inggris. Ya, topik yang saya senangi adalah tips ngeblog, dan sudah banyak membahasnya di Blogodolar versi bahasa Indonesia.
3. Melakukan Buzz
Agar relatif cepat dikenal di dunia Internasional, saya harus melakukan BUZZ. Satu hal yang terpikir adalah meningkatkan penghasilan saya dari Infolinks. Saat ini saya baru mencapai $100 per hari. Untuk meningkatkan penghasilan, setiap bulan saya membuat 5-10 blog baru untuk dimonetisasi dengan pogram PPC ini.
Katakanlah saya sudah mencapai penghasilan $400 per hari. Maka buzz yang saya lakukan adalah dengan membuat eBook. Judulnya kira-kira, Blogolinks: The Exact Steps I Use to Earn $400 Every day with Infolinks.
Mengapa harus $400 per hari? Hal ini untuk melampuai penghasilan $10,000 per bulan. Seorang blogger yang mampu menghasilkan $10,000 per bulan, maka ia akan disebut blogger 6 digit (12 bulan x $10,000= $120,000), yang umumnya memancing perhatian dari para blogger kondang lainnya.
Btw, apakah dari Anda ada juga yang bercita-cita go international?
Sangat menarik bukan?? Jika mereka bisa kita pun juga memiliki kesempatan yang sama untuk GO INTERNASIONAL,,, SO.. Terus semangat, yakin, pantaskan diri bahwa kita pasti bisa,,, BISA GO INTERNASIONAL,, Aaamiin,,,
Manfaat Organisasi
MANFAAT ORGANISASI..... ^_^
Berbicara organisasi... sebenarnya organisasi itu sendiri apa sih??
Berbicara organisasi... sebenarnya organisasi itu sendiri apa sih??
Menurut pandangan saya organisasi itu merupakan suatu komunitas dimana di dalamnya terdapat sekumpulan orang yang memiliki tujuan atau visi dan misi yang sama untuk dicapai, membangun sebuah jejaring sosial (bukan jejaring sosial dunia maya) demi terealisasikannya visi dan misi suatu organisasi yang dibangun tersebut... SEDANGKAN... Berdasarkan http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
intinya organisasi itu ada dan terbentuk demi adanya suatu wadah yang menyatukan orang-orang yang memiliki tujuan atau visi dan misi yang sama... Jika kita sudah mengetahui apa itu organisasi, saatnya kita beranjak dan menganalisa APA SIH MANFAATNYA berORGANISASI?? :D
Yah, tidak perlu khawatir,,, dan tidak perlu takut... kenapa?? tentu hanya dua hal inilah yang akan mengawali pembahasan kita selanjutnya mengenai manfaat organisasi... kenapa tidak!! Banyak sebagian dari kita yang takut dan gelisah apabila ikut berorganisasi, entah itu gelisah atau takut nilai sekolahnya menjadi menurun (tidak baik), tergabung kedalam organisasi yang salah (salah masuk organisasi nih kayanya.. :D :D), membuang waktu dan banyak tenaga dan lain-lain dengan segala permasalahan dan ketakutan yang kompleks yang banyak dialami oleh kita secara tidak sadar dan orang-orang disekitar kita lainnya.....
Ok, ini nih teman-teman manfaat dari organisasi :
- Banyak teman,, pastinya! karena organisasi merupakan berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki visi atau tujuan dan misi yang sama.
- Memperluas pergaulan,, Tentu! organisasi memberikan wadah untuk kita berekspresi khususnya dalam memperluas jaringan atau suatu komunitas itu sendiri.
- Meningkatkan wawasan/pengetahuan,, Benar sekali! karena organisasi juga mewadahi kita untuk dapat bahkan harus memiliki pengetahuan yang lebih karena sebagai bentuk pemikiran dalam berdiskusi demi tercapainya sebuah visi dan misi.
- Membentuk pola pikir yang lebih baik,, Bisa jadi!! why?? karena dalam konteks ini diri seseorang tergantung pada pribadinya masing-masing, jika ia menjadikan organisasi sebagai wujud aktualisasi dirinya, bisa!! tapi ada juga sebagian orang yang berorganisasi dengan tujuan dan niatan yang lain,,, tapi besar kemungkinan organisasi mengarahkan dia pada ke arah yang lebih baik (insyaAllah).
- Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan, hmm +- Setuju!! karena sekali lagi berorganisasi itu kembali lagi pada niatan, keinginan berorganisasi, visi dan misi pribadi masing-masing orang.
- Meningkatkan kemampuan berkomunikasi, Sangat besar kemungkinan!! yah, memang organisasi menuntut untuk seseorang pandai untuk berkomunikasi dan mengajarkan seni dalam berbicara di khalayak umum.
- Melatih leadership (kepemimpinan),, Setuju!!
- Belajar mengatur waktu,, Very Agree!! Karena padatnya suatu visi dan misi yang harus dilakukan sehingga menuntut untuk anggota-anggotanya pintar dan ahli dalam memanage waktu yang telah di sediakan (24 jam) untuk berorganisasi dan melakukan aktivitas lainnya.
- Memperluas jaringan (networking),, Pastinyaaaa....!!! karena ada istilah yang mengatakan "Banyak teman Banyak Rizki, Banyak teman Banyak Tawaran, Banyak teman Banyak disapa,,, dll (Subhanallah)".
- Mengasah kemampuan sosial,, Benar sekali!!
- Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya,,, Mungkin!! tapi sih pada dasarnya semua pekerjaan akan kembali lagi pada diri kita menuntut akan disiplin waktu (time management), kemampuan bersosial (social skills) and etc...
Baiklah hanya ini tulisan yang dapat saya persembahkan, semoga bermanfaat dan semoga dengan berorganisasi dan tidaknya berorganisasi seyogyanya semua kembali pada pribadi masing-masing,, karena belajar apa pun pasti bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun tergantung pada kemauan, kesungguhan, kegigihan serta rasa semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik... ^_^..
By. Sifa Alfiyah
Friday, May 31, 2013
TIPS DAN TRIK MENULIS KARYA TULIS ILMIAH
TIPS DAN TRIK MENULIS KARYA TULIS ILMIAH
By. Sifa Alfiyah
Menuliiis??? yup teman-teman tidak perlu khawatir, cemas, dan takut untuk menulis... Ketahuilah menulis adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, bermanfaat, terutama untuk orang lain, adapun kebermanfaatannya itu ialah kita dapat memberikan informasi kepada orang lain.... Menulis KARYA TULIS ILMIAH (KTI) Bagaimana yaah??? :D :D... Yah kita ketahui, menulis KTI pastinya sangat berkaitan sekali dengan pengamatan, penelitian dan lain sebagainya yang sejenis.. Selama ini mungkin yang ada dalam benak kita tentang penelitian adalah suatu kegiatan yang susah, rumit, pekerjaannya para profesor, dan hanya orang-orang jenius saja yang dapat mengerjakannya. Sehingga kebanyakan dari kita malas dan tidak berminat dengan namanya penelitian. Pendapat ini tampaknya perlu kita luruskan. Penelitian ini sebenarnya suatu kegiatan yang enjoy dan mengasyikan. Betapa tidak, dengan penelitian kita bisa mengamati benda, zat, tumbuhan, binatang, dan orang-orang yang kita teliti.
Suatu karya disebut KARYA ILMIAH apabila sedikitnya memenuhi tiga syarat karay ilmiah...
1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
2. Menggunakan metode dan cara berpikir ilmiah
3. Penulisan sesuai dan telah memenuhi syarat sebagai satu sosok tulisan ilmiah
Yup, berikut ini adalah tips dan trik untuk teman-teman semua yang sedang belajar ataupun MENCOBA BERLATIH untuk menulis karya tulis Ilmiah..
1. PERSYARATAN PENELITIAN
Dalam penelitian terdapat tiga persyaratan penting berkaitan dengan prosedur dan langkah-langkah penelitian. Persyaratan tersebut sebagai berikut.
SISTEMATIS
Dengan membuat pola terlebih dahulu dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks hingga terccapai tujuan secara efektif dan efisien
PERENCANAAN
Penelitian yang akan dialkukan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
MENGIKUTI KONSEP ILMIAH
Yaitu, prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan urutan atau langkah-langkah:
- Penelitian membahas sebuah kebutuhan/tantangan
- Survai awal
- Merumuskan masalah
- Melakukan Studi Kepustakaan
- Merumuskan kerangka berpikir dan menetapkan hipotesis.
- Menentukan metodologi penelitian
- Mengumpulkan data
- Menganalisis data
- Mengambil Kesimpulan
- Penulisan laporan
- Menentukan kemungkinan pengembangan dari penerapan hasil kesimpulan di masa yang akan datang.
2. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Prosedur dan langkah-langkah penelitian merupakan salah satu upaya kita dalam melakukan penelitian secara efektif dan efisien. Secara umum langkah-langkah dalam melakukan penelitian atau MENULIS KTI adalah sebagai berikut.
MENENTUKAN JUDUL/MASALAH
Menentukan atau memilih masalah bukanlah pekerjaan yang mudah terutama bagi orang-orang yang belum banyak pengalaman meneliti. Untuk ini diperlukan kepekaan dari calon peneliti, masalah-masalah ini akan timbul dalam bentuk keinginan untuk segera dilaksanakan pemenuhannya.
SURVEI AWAL
Sebelum mengadakan penelitian yang sesungguhnya, peneliti mengadakan suatu studi pendahuluan, yaitu menjajagi kemungkinan diteruskannya pekerjaan meneliti.Studi pendahuluan dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar maslahnya menjadi lebih jelas kedudukannya.
PERUMUSAN MASALAH
Apabila telah diperoleh informasi yang cukup dari studi pendahuluan/studi eksploratoris, maka masalah yang akan diteliti menjadi jelas. maka peneliti harus merumuskan masalahnya sehingga jelas dari mana harus mulai, kemana harus pergi dan dengan apa.
STUDI KEPUSTAKAAN
Studi kepustakaan merupakan jalan yang akan dilewati oleh penulis untuk membangun dasar teori atau kerangka berpikir. Kerangka berpikir akan dimanfaatkan oleh peneliti untuk menganalisis masalah. Semakin banyak teori, yang dapat ditelusuri, akan semakin tajam analisis yang akan dilakukan.
MERUMUSKAN KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
Kerangka berpikir adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal yang akan dipakai untuk tempat berpijak di dalam melaksanakan penelitian.
Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang ditentukan oleh peneliti, tetapi harus masih dibutuhkan, dites, atau diuji kebenarannya. Hipotesis menuntun pada peneliti untuk memusatkan arah pandanagan pada topik penelitian sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih terfokus dan terkonsentrasi.
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian menyangkut pendekatan, variabel, sumber data, dan instrumen penelitian.
@Memilih Pendekatan, yang dimaksud dengan "pendekatan" di sinni adalah metode atau cara mengadakan penelitian seperti halnya eksperimen atau noneksperimen, tetapi disamping itu juga menunjukan jenis atau tipe penelitian yang digunakan.
@Menentukan Variabel dan Sumber Data, Kedua hal ini harus diidentifikasikan secara jelas agar dengan tepat dapat ditentukan alat atau bahan apa yang akan kita gunakan untuk mengupulkan datanya.
@Menentukan dan Menyusun Instrumen, instrumen yang diteliti sangat bergantung dari jenis data dan dari mana data diperoleh . Sebagai contoh, data tingkah laku siswa; tentu hanya dapat diperoleh dari siswa dengan cara mengobservasi, atau diperoleh dari guru yang bergaul seahari-hari dengan siswa melalui interview atau kuisioner.
@Pengumpulan Data
ANALISIS DATA
Dalam menganalisis data membutuhkan ketekunan dan pengertian terhadap jenis data. Jenis data akan menuntut teknik analisis data. Sebagai contoh penentuan hubungan antara data nominal, ini tidak dapat dianalisis dengan teknik product-moment, tetapi sangat sesuai jika dianalisis dengan teknik chi-kuadrat.
KESIMPULAN
Pekerjaan meneliti telah selesai, dan peneliti tinggal mengambil kesimpulan dari hasil pengolahan data, dicocokan dengan hipotesis yang telah dirumuskan. Sesuaikan data yang terkumpul dengan hipotesis atau dugaan peneliti sebelumnya,,,,
OK ^_^ SEMANGAT MENULIS ,,,
Salam hebat... Salam Menulis... Salam Peneliti... ^0^
Referensi
Adang, Endang, Embay, Yeni, dkk. 2003. Panduan Penelitian Bagi Remaja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Olahraga dan Pemuda
Referensi
Adang, Endang, Embay, Yeni, dkk. 2003. Panduan Penelitian Bagi Remaja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Olahraga dan Pemuda
Penelitian : Kelas ANTHOZOA, ANEMON dan KARANG (Koral)
Penelitian : Kelas ANTHOZOA
ANEMON dan KARANG (Koral)
By. Sifa Alfiyah
PENDAHULUAN
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air,
maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian
berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat
kaki, Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa
atas segala sesuatu [Q.S An Nuur (24): 45]
Sungguh maha besar Allah, Tuhan Maha
Pencipta yang telah menciptakan keindahan lautan. Pada kali ini pembelajaran
Biologi Umum dari program studi Pendidikan Fisika Non Reguler dan Fisika 2012
melakukan Field Trip, yakni sebuah perjalanan lapangan untuk melakukan pengamatan
atau pun penelitian dengan mengamati subjek dalam keadaan aslinya. Yang mana
field trip ini dilakukan di Sea World, Ancol
Jakarta Utara.
Indonesia merupakan negara kepulauan
terbesar di dunia yang memiliki lebih kurang 17.508 pulau, dengan sekitar 6.000
di antaranya merupakan pulau yang berpenduduk. Indonesia secara keseluruhan
juga memiliki garis pantai terpanjang di dunia yakni 81.000 km yang merupakan
14% dari garis pantai yang ada di seluruh dunia. Luas laut Indonesia mencapai
5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas keseluruhan negara Indonesia. Ekosistem di laut Indonesia tercatat sangat bervariasi,
khususnya ekosistem pesisir. Ekosistem-ekosistem ini menopang kehidupan dari
sekian banyak spesies. Indonesia merupakan rumah bagi hutan bakau yang sangat
luas dan padang lamun, serta juga menjadi rumah bagi sebagian besar terumbu
karang yang luar biasa, yang ada di Asia. Terumbu karang di Indonesia ditemui
sangat berlimpah di wilayah kepulauan bagian timur (meliputi Bali, Flores,
Banda dan Sulawesi). Namun juga terdapat di perairan Sumatera dan Jawa.
Indonesia menopang tipe terumbu karang yang bervariasi (terumbu karang tepi,
penghalang dan atol). Namun tipe terumbu karang yang dominan di Indonesia ialah
terumbu karang tepi. Terumbu karang tepi ini dapat dijumpai sepanjang pesisir
Sulawesi, Maluku, Barat dan Utara Papua, Madura, Bali, dan sejumlah pulau-pulau
kecil di luar pesisir Barat dan Timur Sumatera. Tipe Patch reefs (terumbu
karang yang mengumpul) paling baik terbentuk di wilayah Kepulauan Seribu, yakni
kepulauan yang berada di Jakarta Utara dekat dengan pantai Ancol [1].
Saat ini banyak terjadi kerusakan dan eksploitasi
ekosistem terumbu karang di Indonesia, baik itu karena kurangnya kepedulian
masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal dekat dengan pesisir laut untuk
menjaga dan melestarikan ekosistem terumbu karang, penambangan karang dan sedimentasi, Penangkapan ikan dengan
cara yang merusak meliputi penggunaan dinamit sebagai alat pengebom, penggunaan
sianida sebagai racun, teknik muro-ami dan jaring penangkap ikan merusak
(contohnya bubu) maupun Aktivitas kapal dari
nelayan dan kegiatan olahraga air serta wisata bahari yang juga menyebabkan
kerusakan terumbu karang, melalui jaring tangkap yang digunakan oleh nelayan,
pembuangan jangkar kapal dan aktivitas berjalan-jalan di atas karang yang
merupakan hasil dari kegiatan wisata bahari. Hal ini semua sangat ironis dan
menyedihkan, karena kita tahu terumbu karang selain menampakkan atau
memperlihatkan akan keindahannya tapi juga berfungsi sebagai tempat kehidupan
makhluk-makhluk lainnya. Sehingga, hal inilah yang menjadikan kami ingin
meneliti atau melakukan pengamatan pada Kelas Anthozoa yakni Anemon dan Karang.
PEMBAHASAN DAN HASIL PENGAMATAN
Kelas Anthozoa
Anthozoa berasal dari kata Anthos = bunga,
zoon = binatang. Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan
bunga. Anthozoa dalam daur hidupnya hanya mempunyai polip. Bila dibandingkan,
polip Anthozoa berbeda dengan polip pada Hydrozoa.
Kelas Anthozoa meliputi Mawar Laut (Anemon
Laut) dan Koral (Karang).
1.
Mawar Laut (Anemon Laut)
Mawar laut menempel pada dasar perairan.
Pada permukaan mulut Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek.
Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat
sehingga Mawar Laut tetap bersih.
2.
Koral (Karang)
Koral atau karang cara hidupnya berkoloni
membentuk massa yang kaku dan kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang
dibentuk oleh generasi polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan
menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai,
karang penghalang dan karang atol.
Jika kita sering bersnorkling di wilayah
dengan terumbu karang yang cantik dan beraneka warna, seringkali kita juga
melihat seperti karang atau tumbuhan yang bergerak lemah gemulai mengikuti arus
lautan yang biasanya dijadikan tempat bersembunyi beberapa ikan, salah satunya
ikat badut (clown fish). Apakah anda tahu mahluk hidup apakah itu? orang
seringkali menyebutnya anemon atau mawar laut. Memang sepintas tampak seperti
tumbuhan laut, namun anemon sebenarnya masuk dalam golongan hewan invertebrata
laut.
Anemon laut merupakan salah satu jenis
karang dari filum Cnidaria. Baik karang maupun anemon laut berasal dari kelas
yang sama yaitu Anthozoa. Perbedaan dari keduanya yaitu kerang menghasilkan
kalsium karbonat, sedangkan anemon tidak. Anemon merupakan hewan invertebrata
yang memiliki beragam bentuk baik radial simetru, columnar, dan memiliki satu
mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Tentakel berfungsi untuk alat penyengat
serangan predator dan juga untuk menagkap mangsa. Anemon laut umumnya memiliki
ukuran tubuh antara 2,5-10 cm, beberapa anemon juga dapat tumbuh hingga
mencapai 1,8 meter. Makanan anemon laut yaitu krustacea, moluska, ikan, serta
feses dan bahan organik dalam perairan. Sistem penceranaan hanya terdiri 1
mulut yang berfungsi sebagai mulut dan anus.
Bentuk anemon terdiri dari 2 yaitu polip dan medusa. Polip merupakan
jenis anemon yang melekat pada dasar
perairan, dan medusa merupakan jenis anemon yang hidup bebas mengikuti arus
perairan. Sistem reproduksi anemon yaitu secara aseksual dan seksual. Secara
aseksual, anemon berkembangbiak dengan memutuskan bagian tubuhnya. Tubuh
tersebut nantinya akan menjadi anemon baru. Secara seksual, pertemuan sel
betina dan sel jantan terjadi di dalam air. setelah terjadi peleburan sel
jantan dan sel betina akan membentuk zigot kemudian berkembang menjadi larva.
Anemon merupakan hewan hermafrodit sehingga dalam satu invidu dapat
menghasilkan sekaligus sel gamet jantan dan betina. Penyebaran anemon sangat
luas meliputi kawasan perairan tropis hingga sub tropis. Anemon dapat ditemukan
soliter ataupun hidup berkelompok membentuk koloni.
Anemon dapat dimanfaatkan sebagai komoditi
perairan yang meiliki nilai ekologis dan ekonomis. Secara ekologi, hewan ini
berfungsi dalam membentuk ekosistem terumbu karang. Perairan tropis tercatat 51
spesies ikang karang melakukan simbiosis fakultatif dengan anemon laut. Anemon
juga berfungsi dalma pembentukan terumbu karang. Sel-sel endodermis dari anemon
terdapat banyak sel-sel zooxanthellae sebagai simbion intraseluler.
Zooxanthellae juga berfungsi dalam proses transfer 60% karbon dalam proses
fotosintesis. Keberadaan anemon juga dapat meningkatkan perlindungan bagi
proses kembangbiak beberapa jenis ikan-ikan karang. Nilai ekonomis dari anemon
yaitu sumber pangan dan juga hewan pengisi akuarium[2].
Beragam manfaat yang didapat dari anemon,
layaknya kita melindungi keanekaragaman hayati ini. Perlindungan anemon dapat
dilakukan dengan tidak merusak terumbu karang dan ekosistem terumbu karang. Terumbu karang memberikan perlindungan bagi hewan-hewan
dalam habitatnya termasuk sponge, ikan (kerapu, hiu karang, clown fish, belut
laut, dll), ubur-ubur, bintang laut, udang-udangan, kura-kura, ular laut, siput
laut, cumi-cumi atau gurita, termasuk juga burung-burung laut yang sumber
makanannya berada di sekitar ekosistem terumbu karang.
Ada dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras
(hard coral) dan terumbu karang lunak (soft coral). Terumbu karang keras
(seperti brain coral dan elkhorn coral) merupakan karang batu kapur yang keras
yang membentuk terumbu karang. Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan
sea whips) tidak membentuk karang. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu
terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai di continental shelf yang biasa
disebut sebagai fringing reef, terumbu karang yang tumbuh sejajar pantai tapi
agak lebih jauh ke luar (biasanya dipisahkan oleh sebuah laguna) yang biasa
disebut sebagai barrier reef dan terumbu karang yang menyerupai cincin di
sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.
Kebanyakan karang adalah carnivore (pemakan daging), karang
menangkap zooplankton dengan menggunakan tentakel yang mempunyai tangan-tangan
dengan dilengkapi oleh sel-sel penyengat yang dikenal sebagai nematocyst.
Syarat Hidup dan Berkembangnya Terumbu Karang
Formasi terumbu karang pada umumnya dapat
dikelompokkan atas fringing reef (terumbu karang pantai), barrier reef (terumbu
karang penghalang) dan atol (pulau karang yang melingkar).
1.
Fringing reef (terumbu karang pantai), terdapat disepanjang
pantai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 40 meter. Pertumbuhan yang
terbaik terdapat di daerah yang menerima pukulan ombak.
2.
Barrier reef (terumbu karang penghalang), berada jauh dari
pantai dan dipisahkan oleh goba (lagoon) yang dalamnya sekitar 40-75 meter.
Kedalaman maksimum dimana karang bisa hidup.
3. Atol merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar
seperti cincin, mengitari goba yang dalamnya 40-100 meter.
Bagi sahabat yang sedang berwisata menikmati
terumbu karang dengan snorkling atupun diving, hendaknya tidak menginjak
ataupun memegangnya. Membuang sampah ke laut juga dapat merusak ekosistem
perairan termasuk keberadaan anemon dan terumbu karang. Untuk para nelayan juga
hendaknya tidak menangkap ikan ataupun anemon secara besar-besaran. Walaupun
anemon memiliki nilai ekonomis tinggi bukan berarti kita mengeksploitasi secara
berlebihan. Melihat pentingnya terumbu karang baik sebagai ekosistem maupun
sebagai sumber daya ekonomi maka perlu untuk menjaga kelestariannya, adapun hal
yang menjadi perhatian mengenai pengamatan di sea world ini adalah semoga sea
world tidak hanya menjadikan anemon dan karang sebagai suatu hal yang hanya
untuk dipertontonkan tapi juga mengajak pengunjung untuk menjaga dan
melestarikan anemon dan karang laut karena betapa pentingnya anemon dan karang
laut terhadap ekosistem. Salam hijau Salam cinta Biota Laut sahabat.
[1] Generasi
muda cinta bahari. Terumbu Karang Indonesia. http://cintabahari.com/terumbu-karang-indonesia.
Diakses pada tanggal 23 Mei 2013. Pkl 19:46
[2] Info
lingkungan. Anemon Laut: Predator Cantik di Lautan. http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/.
Diakses pada tanggal 23 Mei 2013. Pkl 20:46
MENGIDENTIFIKASI LAHAN POTENSIAL MELALUI PERTUMBUHAN PERKECAMBAHAN CABAI TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI ROROTAN JAKARTA UTARA
ABSTRAKSI
MENGIDENTIFIKASI
LAHAN POTENSIAL MELALUI PERTUMBUHAN PERKECAMBAHAN CABAI (Capsiccum annum. L.) TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI
ROROTAN JAKARTA UTARA.
Sifa Alfiyah
Pertumbuhan penduduk dan
ekonomi membuat tekanan terhadap tanah semakin meningkat, dengan segala
berbagai macam cara mampu mengubah lahan – lahan potensial, hutan dengan skala
besar – besaran menjadi tempat permukiman penduduk, industri waduk dan lain –
lain tanpa menyadari betapa berharganya lahan potensial tersebut jika
dimanfaatkan, terlebih lagi dalam program pembangunan berkelanjutan.
Pelestarian dan pemanfaatan lahan potensial adalah salah satu cara dalam
mensukseskan program pembangunan berkelanjutan dikarenakan sangat berpengaruh
dan berkaitannya lahan potensial terhadap program pembangunan berkelanjutan.
Maka dari itu, sangat diperlukannya kerja sama antara pemerintahan dan
masyarakat dalam mengupayakan pelestarian lahan potensial dan mengaplikasikannya
dengan baik. Sehingga dapat
merasakan akan penting dan berharganya lahan potensial baik masa kini maupun
masa yang akan datang.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Lahan-lahan potensial
merupakan sumber daya alam (SDA) yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Adapun yang dimaksud dengan sumber daya alam adalah semua kekayaan alam yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari
itu kita harus melestarikannya dan menjaganya dengan baik.
Indonesia terdiri lebih dari
13 ribu pulau dengan luas daratan sekitar 1.919 juta kilometer persegi. Kurang
lebih 93.00 kilometer persegi dari area ini merupakan danau dan sungai. Tanah
ini menyediakan tempat bagi keperluan produksi pangan, hutan, penambangan
mineral dan energi, permukiman penduduk dan rekreasi.[1]
Dengan pertumbuhan penduduk
dan ekonomi, tekanan terhadap tanah semakin meningkat. Hutan diluar pulau Jawa
diubah menjadi lahan pertanian, kawasan pertambangan, dan perkebunan. Semantara
itu, lahan pertanian dipulau Jawa diubah menjadi kawasan permukiman dan
industri waduk. Kehutanan, pertambangan, dan pertanian juga dapat membuat tanah
menjadi tidak produktif untuk kegiatan ekonomi lebih lanjut.[2]
Program untuk meningkatkan
produksi pangan dalam skala besar – besaran telah berkontribusi dalam pembukaan
hutan dan belukar. Hal ini menyebabkan meningkatnya erosi, berkurangnya
kesuburan dan produktivitas lahan, dan hilangnya habitat. Walaupun sejumlah
kawasan alami, baik daratan maupun hutan, telah coba dilindungi dari dampak
kegiatan manusia melalui peratapannya sebagai cagar alam dan taman nasional,
sejumlah besar lahan masih belum diusahakan oleh manusia secara optimal.[3]
Kuantitas
atau kualitas sumber daya alam yang ada pada suatu lahan dapat menurun jika
manusia dalam memanfaatkannya kurang memperhatikan aspek kelestarian
lingkungan. Supaya sumber daya alam dapat lestari, perlu dilakukan pengelolaan
secara hemat dan lestari sehingga dapat menunjang program pembangunan
berkelanjutan.
Saat
ini sering kita jumpai banyak lahan – lahan potensial yang seharusnya untuk
pertanian dan perkebunan tetapi di manfaatkan untuk permukiman warga, ini
adalah salah satu hal dari sekian banyak hal yang kurang diperhatikan dan di
telaah dengan baik tanpa memikirkan program pembangunan berkelanjutan. Maka
dari itu, inilah yang melatar belakangi kami melakukan penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah
- Apakah program pembangunan berkelanjutan terhadap lahan potensial sangat berpengaruh untuk masa yang akan datang?
- Apakah pertumbuhan perkecambahan cabai dapat menjadi landasan dalam mengetahui lahan potensial?
- Apakah lahan potensial yang tidak digunakan dengan sebaiknya dapat menurunkan kualitas ataupun produktivitas tanah itu sendiri?
1.3 Tujuan Penelitian
- Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program pembangunan berkelanjutan terhadap lahan potensial di masa yang akan datang.
- Untuk mengetahui lahan potensial melalui pertumbuhan perkecambahan cabai.
- Untuk mengetahui menurunnya produktivitas atau tidaknya lahan potensial apabila tidak dipergunakan dengan sebaiknya.
1.4 Manfaat Penelitian
- Mengetahui seberapa besar pengaruh program pembangunan berkelanjutan terhadap lahan potensial di masa yang akan datang.
- Mengetahui lahan potensial melalui pertumbuhan perkecambahan cabai.
- Mengetahui menurunnya produktivitas atau tidaknya lahan potensial apabila tidak dipergunakan dengan sebaiknya.
BAB II
KAJIAN TEORITIK
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Pengertian Lahan Potensial
Wardiyatmoko, K. dan Bintarto, H.R.
2003. Geografi SMU 1 Kurikulum 1994 Suplemen GBPP 1999. Jakarta:
Erlangga.
a. Lahan potensial adalah lahan yang belum
dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang
besar karena mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung
terhadap kebutuhan manusia.
b. Lahan potensial merupakan
modal dasar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu
ditangani dan dikelola secara bijaksana.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. GBPP
Mata Pelajaran Geografi SMU, Kurikulum 1999.
a. lahan adalah bentang
darat mulai dari pantai sampai ke pedalaman
b.
lahan potensial adalah lahan yang dapat
memproduksi secara maksimal ataupun lahan yang produktif sehingga jika di
kelolah oleh manusia, lahan itu dapat memberikan hasil yang tinggi walaupun
dengan biaya pengelolahan yang rendah. Lahan potensial terdiri atas lahan
kering dan lahan basah.
c.
Lahan potensial merupakan sumber daya
alam(SDA)yang sangat penting bagi kehidupan manusia.adapun yang dimaksud SDA
adalah semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
Tim Geografi Umum. 2000. Geografi Kurikulum 1994 Suplemen GBPP 1999, Jakarta: Erlangga.
Lahan
potensial merupakan sebidang tanah yang memiliki kemampuan berproduksi secara
optimal. Kemampuan tersebut didasarkan pada satuan tertentu dalam satu tahun. Menilik
batasan tersebut dalam arti sempit lahan potensial selalu berkaitan dengan
produksi pertanian. Tetapi dalam arti luas lahan potensial ini dikaitkan dengan
fungsinya bagi kehidupan manusia.
2.1.2 Ciri – ciri Lahan Potensial[4]
1. Tidak terkena erosi
2. Lapisan tanah masih dalam
3. Unsur hara masih tinggi
4. Tanahnya masih tertutup
oleh pohon
5. Kemiringan 3 – 15%
6. Ketinggian 5 – 10 m, dari
permukaan laut
7. Sangat subur
8. Terdiri dari lahan kering
dan lahan basah
2.1.3 Pemanfaatan Lahan Potensial di dataran rendah
(Rorotan)
Seperti telah dijelaskan
bahwa lahan potensial terdiri dari lahan kering dan lahan basah. Lokasi lahan
potensial tidak sama, ada yang berada di dataran rendah, dataran tinggi, dan
daerah pantai. Pemanfaatan lahan potensial di dataran rendah antara lain untuk
pertanian sawah dan perikanan (bagi daerah yang cukup airnya), pertanian
tegalan, perkebunan dan peternakan.[5]
Tanah di dataran rendah di
samping digunakan sebagai tempat permukiman, dimanfaatkan pula oleh manusia
sebagai berikut:[6]
1. Lahan kering / tanah tegal. Lahan kering di
dataran rendah banyak digunakan untuk areal pertanian secara bertegalan, yakni
usaha tanaman yang menggantungkan pada air hujan saja. Sistem ini dilaksanakan setelah sistem perladangan
yang menghasilkan jagung, kacang, dan ketela. Tanah tegal ini dikerjakan pada
musim hujan. Pada musim kemarau tanah dibiarkan (bero).
2. Lahan dataran rendah
untuk sawah irigasi, yakni corak pertanian yang dilakukan dengan pengairan yang teratur,
baik dari air hujan langsung maupun dengan air irigasi waduk. Cara persawahan
ini dalam pertanian dilakukan dengan cara yang telah maju. Pembagian air dari
waduk dan saluran dengan pengaturan pintu air secara teratur.
3. Sawah tadah hujan, yakni
corak pertanian sawah, tetapi sistem pengairannya tergantung pada air hujan.
Oleh sebab itu, pengerjaannya hanya pada waktu musim hujan saja. Lokasi tanah
yang digunakan baik untuk sawah irigasi maupun sawah tadah hujan adalah tanah
yang subur.
4. Perkebunan. Lahan tanah
dataran rendah yang subur juga dapat digunakan untuk areal perkebunan yang
biasanya ditanami kelapa sawit, rami dan tembakau. Perkebunan bertujuan
menghasilkan barang – barang dagangan, baik untuk dikonsumsi rakyat dan atau
menghasilkan barang – barang ekspor.
5. Peternakan. Lahan tanah
dataran rendah baik yang subur atau kurang subr dapat digunakan sebagai lahan
peternakan. Keadaan iklim Indonesia cocok untuk persyaratan hidupnya hewan
ternak (kuda, lembu, kerbau, kambing, dan lain – lain). Begitu pula persediaan
air minum cukup banyak di Indonesia. Daerah padang rumput dapat digunakan untuk
usaha peternakan kuda ataupun lembu. Indonesia memiliki padang rumput yang
sangat luas.
2.1.4 Usaha atau Upaya –
upaya Pelestarian dan Peningkatan Manfaat Lahan Potensial.
1.
Merencanakan penggunaan lahan yang digunakan
manusia.
2.
Menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan
intensitas penggunaan lahan dalam wilayah tertentu
3.
Merencanakan penggunaan lahankota agar jangan
sampai menimbulkan dampak pencemaran
4.
Menggunakan lahan seoptimal mungkin bagi
kepentingan manusia
5.
Memisahkan penggunaan lahan untuk pemukiman, industri,
pertanian, perkantoran, dan perusahaan-perusahaan lainnya.
6.
Membuat peraturan perundang-undangan yang meliputi
pengalihan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan peraturan perpajakan.
7.
Melakukan pengkajian terhadap kebijaaksanaan tata
ruang, perijinan, dan pajak dalam kaitannya dengan konversi penggunaan lahan.
8.
Di daerah pegunungan atau perbukitan perlu
diperhatikan teknologi pengolahan tanah, penghijauan, reboisasi, dan pembuatan
sengkedan.
9.
Perlu usaha pemukiman penduduk dan pengendalian
peladang berpindah.
10.
Mengelola dengan baik daerah aliran sungai, daerah
pesisir, dan daerah sekitar lautan.
Upaya pelestarian dan
peningkatan manfaat lahan potensial diarahkan pada dua hal, yaitu bagaimana
lahan tersebut dapat memberikan daya dukung terhadap kehidupan manusia dalam waktu
yang relatif lama, dan bagaimana lahan tersebut memberikan manfaat secara
optimal kepada manusia sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Guna mencapai
tujuan tersebut maka ada berapa hal yang perlu ditempuh, yaitu:[7]
1. Penggunaan sistem
terasering pada lahan yang miring dengan tujuan mencegah terjadinya erosi.
2. Dengan sistem pergiliran
tanaman (crop rotation) dengan tujuan meremajakan tanah agar kesuburannya tetap
terjaga.
3. Penggunaan pupuk organik
lebih baik dari pupuk kandang atau pupuk hijau.
Di samping itu, upaya
peningkatan manfaat lahan potensial bukan hanya memperhatikan faktor fisis
tetapi juga ada pertimbangan lain yang mungkin lebih menguntungkan. Misalnya,
sebidang lahan yang subur dikawasan perkotaan yang terletak di pusat perdagangan,
meskipun secara fisis cocok untuk tanaman tertentu, tetapi harga tanah cukup
tinggi sehingga tanaman yang dihasilkan tidak seimbang dengan harga tanah. Mungkin tanah tersebut lebih menguntungkan
jika untuk usaha lain di luar pertanian.[8]
2.1.5 Klasifikasi Pertumbuhan Perkecambahan Cabai
Cabai atau lombok termaksud
dalam suku terong terongan (solanaceae) dan
merupakan tanaman yang mudah ditanam didataran rendah ataupun dataran tinggi.dan memiliki fase
perkecambahan yang sedikit cepat. Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga
bisa dipakai untuk kebutuhan sehari hari tanpa harus membelinya di pasar. Tanaman
cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur, dan sarang serta tidak
tergenang air. pH tanah 5-6.
2.1.3 Pengertian Program Pembangunan Berkelanjutan
Program pembangunan
berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan hari ini tanpa
mengurangi kemampuan generasi yang akan datang. Untuk memenuhi kebutuhan
mereka.
2.2 Hipotesis
Adapun hipotesis penelitian ini adalah:
1. Program pembangunan berkelanjutan sangat erat
kaitannya terhadap pemanfaatan lahan potensial. Sehingga besar pengaruhnya jika
lahan potensial ini tidak dapat dimanfaatkan sebaik baiknya.
2. Pertumbuhan perkecambahan cabai dapat
dijadikan landasan dalam menentukan lahan potensial.
3. Lahan potensial yang tidak digunakan atau
dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya akan menurunkan produktivitas tanah
tersebut.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan
penelitian ini adalah metode eksperimen.Eksperimen dilakukan untuk mengetahui
tanah dari lahan manakah yang termaksuk kedalam karektaristik lahan potensial
melalui pertumbuhan cabai(casicum annuum
L).
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi Penelitian
Popolasi ini adalah seluruh
lahan yang ada disekitar kelurahan Rorotan Jakarta Utara.
3.2.2 Sampel Penelitian
Pengambilan sampel ini adalah
dari seluruh lahan yang ada di kelurahan Rorotan di random menghasilkan empat (4)
lahan, yakni lahan yang sedang dalam proses pemukiman penduduk (lahan
persawahan, lahan yang sudah menjadi pemukiman penduduk, rawa rawa, dan lahan
perkebunan) dan masing-masing lahan di ambil tanahnya untuk eksperimen.
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
3.3.1 Waktu Penelitian
Adapun
waktu penelitian ini adalah:
Hari :Sabtu - Rabu
Tanggal : 13 November 2010 - 01 Desember 2010
3.3.2 Tempat Penelitian
Adapun tempat penelitian
ini adalah:
1. Jalan
Malaka III RT 011 RW 006 Kelurahan Rorotan Kecamatan Cilincing Jakarta Utara
14140
2. Jalan Rorotan
X Cilincing Jakarta Utara.
3. Jalan Malaka
IV RT O10 RW 006 Kelurahan Rorotan Kecamatan Cilincing Jakarta Utara 14140
3.4 Pengumpulan Data
Pengumpulan data ini menggunakan teknik
observasi. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran dan perkembangan
untuk mencapai hasil eksperimen yang benar.
3.5 Analisis Data
Penganalisisan data dilakukan dengan
menggunakan analisis kualitatif. Analisis kualitatif ini dilakukan karena tidak
dalam bentuk angka-angka melainkan dalam bentuk katagori-katagori.
[1] K. Wardiyatmoko dan H.R. Bintarto, GEOGRAFI SMU 1, (Jakarta: Erlangga,
2003, hal. 75)
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Tim Geografi Umum, GEOGRAFI SMU JILID 1 A, ( Jakarta: Erlangga, 2000, hal. 104 )
[5] Sumadi Sutrijat, GEOGRAFI 1, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999,
hal. 92)
[8] Ibid
Subscribe to:
Posts (Atom)
